| Nama Program | Les Permakultur Jakarta |
|---|---|
| Informasi Kursus | Program edukatif yang dirancang untuk mengenalkan prinsip dan praktik permakultur secara menyeluruh, mulai dari perencanaan lahan berkelanjutan, budidaya organik, hingga manajemen air dan limbah. |
| Penyelenggara | Edumisi |
| Pembimbing | Para pembimbing dalam program ini adalah praktisi permakultur berpengalaman yang menguasai prinsip ekologi terapan, desain berkelanjutan, serta teknik pertanian organik. |
| Biaya Kursus | Biaya mulai dari Rp80.000 per sesi. |
| Feedback Peserta | 4.8 dari 5 Ā· 137 ulasan |
| Ketersediaan Jadwal | Tersedia paket 4-28 sesi pertemuan/bulan. |
| Jadwal Les | Fleksibel, dapat disesuaikan dengan waktu luang peserta. |
| Periode Sesi | Setiap sesi berdurasi 1-2 jam. |
| Wilayah Layanan | Onsite dan Online. Layanan onsite tersedia di Jakarta |
Masalah lingkungan di Jakarta masih saja berkutat pada tumpukan sampah dan makin sempitnya ruang terbuka hijau. Kondisi ini jelas butuh solusi jangka panjang yang bisa diterapkan langsung lewat teknik permakultur.
Selama bertahun-tahun, banyak permukaan tanah di Jakarta tertutup bangunan dan semen permanen, yang membuat tanah kehilangan daya serap air serta kesuburan alaminya. Padahal, tanah yang subur bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam secara sederhana, lho!
Tak hanya itu, masih banyak rumah di gang-gang sempit yang terkendala dengan minimnya pencahayaan dari sinar matahari. Dalam praktik permakultur, cahaya matahari sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Namun sayangnya, masih banyak yang mengira permakultur itu rumit dan cuma cocok buat yang tinggal di desa. Justru kota Jakarta sangat membutuhkan metode bertani yang alami, efisien, dan ramah lingkungan untuk menghadapi krisis lingkungan saat ini.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Edumisi memperkenalkan pelatihan gaya hidup berkelanjutan berbasis praktik langsung melalui pendekatan permakultur. Program ini cocok diikuti oleh keluarga muda, guru, komunitas RT/RW, hingga pegiat sosial.Ā
Di Edumisi, peserta akan belajar prinsip-prinsip desain permakultur, seperti zonasi lahan, konservasi air, teknik menanam organik, hingga membangun sistem terpadu pengolahan pangan.
Selama mengikuti kelas, peserta juga bisa langsung mempraktikkan cara menata kebun sayur secara mandiri, membuat kompos, mengelola air hujan, bahkan mendesain kebun vertikal pada lahan sempit di perkotaan.
Kini saatnya warga kota punya pilihan untuk ikut memulihkan alam yang bisa dimulai dari halaman rumah sendiri. Bersama Edumisi, wujudkan kota yang lebih hijau dan mandiri.

Edumisi menghadirkan les privat dengan sistem satu tutor untuk satu peserta. Setiap peserta dibimbing secara personal sesuai pemahaman, tujuan belajar permaklutur, dan kondisi lahan atau lingkungan tempat tinggal.
Peserta bebas menentukan waktu dan tempat belajar yang paling nyaman selama mengikuti pembelajaran permakultur di Edumisi. Kelas bisa dilakukan di rumah, secara daring, atau melalui pertemuan langsung bersama tutor.
Setiap prinsip permakultur yang dipelajari langsung diterapkan dalam praktik nyata. Mulai dari membuat kompos, menanam sayuran, mengelola air hujan, hingga menata kebun vertikal sesuai karakter lahan peserta.
Materi dan studi kasus disesuaikan langsung dengan lahan atau proyek spesifik yang ingin dikembangkan oleh peserta. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh dari Edumisi menjadi relevan dan langsung dapat diterapkan secara praktis.
Edumisi menyediakan laporan perkembangan peserta secara berkala. Ini berguna untuk mengevaluasi pemahaman konsep permakultur serta sejauh mana praktik berkelanjutan bisa diterapkan di lingkungan peserta.
Peserta dapat memilih tutor permakultur berdasarkan pendekatan mengajar, pengalaman lapangan, spesialisasi dan ketersediaan waktu. Semuanya bisa disesuaikan lewat sistem belajar dari Edumisi.





Tinggal di kota atau di rumah dengan lahan yang terbatas bukan berarti kamu tidak bisa menerapkan prinsip permakultur. Justru dari ruang kecil di rumah sendiri, kamu bisa mulai membangun kebiasaan hidup yang berkelanjutan. Berikut beberapa cara mudah menerapkan permakultur meski kamu tinggal di lahan sempit di perkotaan:
Mulailah untuk menanam sayuran sederhana seperti bayam, kangkung, selada dan cabai dengan menggunakan wadah bekas seperti ember atau polybag sebagai media tanamnya. Selain menghemat pengeluaran, kamu juga membantu mengurangi ketergantungan bahan makanan anorganik dan turut menekan penggunaan karbon yang bisa merusak lingkungan.
Pasang wadah atau tong di bawah talang rumah untuk menampung air hujan. Air ini bisa kamu gunakan untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan, atau membersihkan kandang hewan peliharaan. Bisa hemat air, berarti kamu juga menghemat pengeluaranmu!
Gunakan komposter sederhana, seperti ember bekas atau karung untuk mengubah sisa sampah dapur menjadi kompos. Bahan organik seperti ampas kopi, kulit buah dan sayur bisa menjadi sumber pembuatan pupuk kompos yang ramah lingkungan dan menyuburkan tanah secara alami.
Jika lahan di sekitar rumahmu sempit, jangan khawatir! Kamu bisa menggunakan rak, pagar, atau dinding rumah untuk menyediakan media menanam secara vertikal. Tanaman rambat seperti pare, timun, atau bahkan tanaman herbal sangat cocok untuk metode ini.
Cobalah untuk mulai menanam beberapa jenis tanaman dalam satu area kecil. Misalnya, kombinasikan cabai, kemangi, dan tomat dalam satu petak. Kombinasi ini dapat meniru ekosistem alami dan dapat saling melindungi dari hama.
Dengan langkah-langkah kecil dan mudah seperti ini, kamu sudah ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Permakultur bukan soal punya lahan luas, tapi lebih tentang niat untuk hidup selaras dengan alam.
Tidak perlu. Les permakultur dari Edumisi telah dirancang untuk pemula hingga menengah, dengan bimbingan dari dasar.
Kamu bisa menanam pangan sendiri, mengelola sampah organik, menjaga lingkungan, dan hidup lebih mandiri setelah mengikuti pembelajaran di Edumisi ini.
Ya, sesi praktek di Edumisi ini bisa melibatkan keluarga dan cocok untuk edukasi anak tentang alam.
Tentu saja ada! Peserta bisa bergabung dalam komunitas alumni Edumisi untuk saling berbagi praktik, tips, dan mengembangkan kebun bersama.
Kamu bisa mengajukan pertanyaan seputar materi, praktik, dan jadwal les melalui nomor tim support Edumisi yang tertera di website.
Daftar sekarang juga dan mulai rancang sistem terpadu masa depan hijau.